Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juni 2012

Diammu adalah siksa bagiku

by Fath WS

menatap suara-suara terpinggirkan
tubuhku gemetaran
membuka dan mencerna goresan penamu
batin ini tersiksa
mengenang pertemanan indah itu
bagai mortir menghantamku
diammu adalah siksa bagiku

Lembah Tidar, 13 Juni 2012

Senin, 14 Mei 2012

Dawai JIwa


DAWAI JIWA
Fath WS

malam khusyuk
gema tahmid
mengalir deras hiasi malam
sesekali terselip nyanyian alam menghampiri
terbawa gelombang lembut angin malam

dawai jiwa terpetik syahdu
rinduku terbasuh
jiwa terlena dibuai symphony indah
duka dan nelangsa menipis
damai selimuti jiwa nan sunyi

Lembah Tidar, dini hari, 1 Januari 2012 

Minggu, 13 Mei 2012

Hari Yang Tergenapi


HARI YANG TERGENAPI
Fath WS

telah tergenapi hari hampa
berselimut dingin
rinai pun bercucuran
tanpa jeda hingga sembab
tak terlerai

mentari tak cukup hangatkan jiwa
rentetan senyum pun tak mampu binarkan kalbu
beku kian menanda membongkah
tak bergeming
dan rasa pun kian tak dapat dimengerti

Lembah Tidar, 3 Januari 2011

KETIDAKADILAN
Fath ws

mata ini terpana
sontak ngilukan rasa
ini istana bukan kandang kuda
bukan pula rumah pesakitan
namun mengapa sang ratu bagai serigala
 campakkan sang raja bagai mangsa
diterkam dicabik dirajam
dionggokkan bagai sampah tak bertuan.

tak secuil kasih tersisa
tak sebutir rasa menanda
hambar...luka dan duka mensketsa
hiasi tiap detail singgasana

raga itu terbujur bagai rongsokan
 berbalut pasrah
berselimut dingin
bercengkerama dengan semut  
kecoa bahkan mungkin tikus-tikus kelaparan....

senyum itu menahan kemarahan
tatapan itu menyimpan kedukaan
kata itu mengibas kepedihan
kerdip itu menghalau kekecewaan
raga itu tenggelam dalam ketidakadilan

Lembah Tidar, 13 Januari 2012


TERBAHAK
Fath WS

ha ha ha ha
kueja matamu
lemah tak berdaya
lalu kuterbahak
kucermati ketololanku
kembali kuterbahak

masyaallah
terlalu kerdil
apa yang dibanggakan
apa yang disombongkan
hati ini kelu
dada ini membiru
belulang ini ngilu
ohhhhhh

astaghfirullah hal adzim
semoga masih ada waktu
untuk bersyukur dan tersenyum
lalu meniti tangga tersisa
dengan damai tanpa air mata

MELARUNG MAKNA
Fath WS

katamu
sarat berjuta misteri
terselubung senyum beku
hingga tak dapat kumengerti

berulang kali kueja bahasamu
semua bersimpang
terlampau rumit temukan warnamu
semua bias dan memendar

ketika kutakmampu lagi menangkap indramu
kucoba melerai
memilah makna
lalu melarungnya dalam arus waktu tak bermuara

Lembah Tidar, 2012

Rabu, 07 Desember 2011

TAK BERNYAWA

TAK BERNYAWA
Fath WS

Pagi menggigil
gelap menyekat
air bercucuran
Bahasi kelambu pilu

Nanar
Saksikan raga tergolek lemah
Cabikan-cabikan tinggalkan luka
Berbalur darah beku,
tersemai titik membiru,

Belulang  nyaris kentara
Serat-serat pun rantas
Tertebas cakaran-cakaran biadab
Tanpa iba

Pasi,
Hilanglah rasa
Musnahlah daya
Bagai jasad tak bernyawa
Menanti waktu menuju pusara.

Lembah Tidar, 8 Desember 2011

Minggu, 04 Desember 2011

Balada Sebuah Pohon


BALADA  SEBUAH  POHON
Fath WS

Aku  pohon terantuk kemarau,
akar kehabisan akal susuri bumi yang
kian tenggelam menahan sakit.

Rantingku rapuh
 tak mampu menyangga dedauan
yang setia bergelantungan menari,
mengikuti irama angin yang kini menggigilkan kalbu.

Aku pohon terantuk kemarau,
Kini kehilangan rasa, menanti ajal tiba.


Yogya-Magelang, 27 Agustus 2011

Sajak Maya : Aku adalah Debu


AKU ADALAH DEBU

Aku adalah debu,
Aku debu yang entah menyejukkan,
 entah memburamkan kalbu.
Kau adalah kapas bagiku,
Jatuh dari langit, putih menyilaukan.

Aku adalah debu, entah apa yang dapat
Kutorehkan pada kapas itu,
Tapi debuku adalah debu suci,
tak terberai desir angin,
tak menggumpal siraman hujan,
aku adalah debu yang menyelimuti kaki hingga rambutmu.
Aku adalah debu yang menempel di kulitmu,
Dan
Aku adalah debu yang mengisi pori kulitmu.

Sajak Maya : September 2011